Nisrina Arij Hisanah Suhardi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Kuingin Menggenggam Sejuta Bintang

Kuingin Menggenggam Sejuta Bintang

Setiap manusia mempunyai impian yang berbeda-beda. Demikian pula denganku. Impianku berbeda dengan teman-teman. Juga dengan semua saudaraku. Kakakku yang sulung ingin menjadi psikolog. Kakak keduaku ingin jadi dokter. Kakak ketigaku ingin menjadi guru bahasa Inggris. Adikku ingin menjadi dokter anak. Sementara aku sendiri ingin menjadi guru seperti Ayah dan Ibuku. Selain menjadi guru, aku memiliki setumpuk impian. Impian setinggi bintang di langit. Walau impian itu harus kugapai satu persatu. Karena masih ada harapan. Masih ada waktu untuk berusaha, pantang menyerah, dan semangat.

Mau tahu setumpuk impianku teman-teman? Aku ingin menjadi guru yang hebat. Bisa mengajar, mendidik, membina, dan menggerakkan orang. Aku tak hanya ingin menjadi guru bagi siswaku, tetapi juga guru bagi masyarakat dan bangsaku. Aku ingin menguasai dunia. Tentu saja dengan berupaya setinggi-tingginya dengan rajin belajar dan banyak membaca. Bukankah orang hebat itu adalah orang yang mau belajar dan banyak membaca? Bukan orang yang tinggi sekolahnya. Tetapi aku ingin juga bersekolah tinggi. Aku ingin jadi orang hebat, terkenal di penjuru dunia, disiplin setiap waktu, penulis hebat, membanggakan orang tua, dan jadi anak shalih. Semua impian itu bagiku seperti bintang-bintang di langit. Rasanya sejuta bintang yang ada di langit itu sulit kucapai. Akan tetapi, aku tak akan mengendorkan semangatku. Jika berupaya meraihnya pasti Allah akan mengabulkannya.

Selain berupaya, aku banyak berdoa. Dukungan Ayah, Ibu, saudara, dan guruku sangat berarti. Berkat upaya banyak membaca dan belajar tekun, aku telah dapat menulis buku. Buku perdanaku berjudul Bingkisan Buat Mama. Aku juga sementara menulis buku yang lain. Tetapi belum selesai. Aku menulisnya di blog Sasisabu. Selain itu aku selalu ikut lomba menulis siswa di MediaGuru. Aku selalu lolos dan telah memiliki 12 buku antologi saat ini. Allhamdulillah, sebagian bukuku telah jadi dan bisa kujual. Aku merasa kaget dan kukira bukuku tak laris manis. Tetapi impianku mulai menjadi kenyataan. Aku bisa membeli buku, peralatan sekolah, jajanan, dan susu sendiri tanpa meminta uang Mama. Duh, alangkah bahagianya. Aku juga bisa menyimpan atau menabung. Adikku juga sering kubagikan uang hasil jerih payahku. Karena aku sangat sayang pada adikku satu-satunya.

Aku harus berusaha untuk mewujutkannya semua impianku. Aku akan merasa bangga dengan capaian itu. Dukungan terhadapku memberiku semangat untuk menjalaninya. Semangat untuk menggenggam sejuta bintang. Rasanya setengah dari otakku merasa yang kuinginkan akan terwujud dengan sendirinya. Berkat kasih sayang Allah. Sebagian lagi karena usahaku sendiri. Walau aku sulit mencapainya. Aku yakin masih ada kesempatan untuk terus berupaya. Aku harus lebih keras belajar. Gagal bukan berarti kalah. Aku akan tetap mengejar impianku. Semangat berkobar, itulah kuncinya. Aku harus memperbanyak doa. Mohon restu dari kedua orang tua juga. Aku yakin keinginan dan impianku untuk menggenggam sejuta bintang akan terbuka lebar. Aamiin.

#LombaMenulisSiswaEdisiJanuari2022

Biodata Penulis

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Siswa Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali