Nisrina Arij Hisanah Suhardi

Belum menuliskan informasi profilenya.

Selengkapnya
Kasih Ibu Sepanjang Masa

Kasih Ibu Sepanjang Masa

Kasih ibu kepada beta

Tak terhingga sepanjang masa

Hanya memberi tak harap kembali

Bagai sang surya menyinari dunia

Itu adalah lagu Kasih Ibu yang diciptakan oleh Ibu Sud. Sering kunyanyikan di sekolah sejak TK bersama teman-teman. Kasih sayang ibu kepadaku tak terhingga. Dari dalam kandungan hingga saat ini. Bahkan akan berlangsung sepanjang masa. Sampai dunia ini berakhir. Ibu tak pernah mengharapkan balasan. Kasih sayang ibu sangat indah. Ibu yang merawatku dari bayi sampai sebesar sekarang. Ibu yang telah mengandungku selama sembilan bulan lebih sampai dilahirkan ke dunia ini. Aku tidak tahu bagaimana rasanya penderitaan ibuku ketika mengandung dan melahirkanku. Kata orang sangat sakit tak tertahankan. Rasa itu tidak dapat kubayangkan. Betapa tersiksanya ibu karenaku.

Saat keluar rumah sakit, ibu merawatku dengan penuh kasih sayang. Ibu memberikan cinta sampai aku besar. Aku disusui, diberi makan, dan minum. Kebahagiaan yang kurasakan karena kasih sayang ibu.

Cerita ini kubuat sebagai tanda terima kasihku kepada ibu. Kasih ibu tidak ada yang melebih apapun. Kesanku tentang ibu adalah wanita yang mulia. Tak pernah membiarkanku bersedih. Apa pun dilakukannya demi kebahagiaanku. Jika sakit, ibulah yang meminumkan obat dan merawatku hingga sembuh. Cerita tentang ibu tak akan pernah selesai. Begitu banyaknya yang diberikan untukku.

Kasih ibu akan terkenang selalu di hati. Ibu melindungi, menjaga, dan membesarkanku. Semuanya tak dapat kulupakan untuk selama-lamanya. Ibu yang terbaik dalam hidupku. Semua karena kasih sayangnya yang luar biasa. Tak dapat kubayangkan bila ibu tidak ada lagi di dunia ini. Ibu adalah cahaya hidupku. Bagaikan matahari menyinari bumi. Semua yang telah diberikan ibu kepadaku tak pernah dimintai balasan. Aku ingin berbakti kepada ibuku. Aku akan menjadi anak shalihah dan mendoakan ibuku selalu. Aku akan meminta kepada Allah agar ibuku sehat. Aku ingin ibu melihatku kelak sukses dalam menggapai cita-cita. Doa dan restu selalu kuminta agar jalanku selalu diluruskan. Aku ingin jadi guru seperti ibuku supaya dapat meningkatkan kecerdasan bangsa Indonesia. Itu cita-cita yang mulia, bukan? Karena ibuku adalah idolaku. Ketika kumenangis, ibulah yang menghapus air mataku. Membujukku agar tak bersedih hati lagi.

Ibu sudah bangun ketika menjelang subuh untuk menyiapkan pakaian dan sarapanku. Tak lupa memastikan makanan itu bersih dan sehat. Setelah itu tak lupa memasukkan bekal ke dalam tasku untuk kumakan di sekolah.

Ibu selalu menemaniku belajar, mendongengkan untukku sebelum tidur, menyediakan buku bacaan, dan membelikan peralatan sekolah. Karena ibu pula aku pandai membaca dan menulis. Ibu adalah guruku di rumah,

Jangan pernah menjauh dariku ibu. Aku tak bisa tenang tanpamu. Aku ingin jika besar nanti ibu selalu menemaniku dalam setiap keseharianku. Karena ibu adalah segalanya bagiku. Tanpa ibu hidupku takkan lengkap. Selamat Hari Ibu kuucapkan untuk ibu. Kasih sayangmu untukku sepanjang masa.

#LombaMenulisSiswaEdisiDesember2021

Biodata Penulis

DISCLAIMER
Konten pada website ini merupakan konten yang di tulis oleh user. Tanggung jawab isi adalah sepenuhnya oleh user/penulis. Pihak pengelola web tidak memiliki tanggung jawab apapun atas hal hal yang dapat ditimbulkan dari penerbitan artikel di website ini, namun setiap orang bisa mengirimkan surat aduan yang akan ditindak lanjuti oleh pengelola sebaik mungkin. Pengelola website berhak untuk membatalkan penayangan artikel, penghapusan artikel hingga penonaktifan akun penulis bila terdapat konten yang tidak seharusnya ditayangkan di web ini.

Komentar

Bergabung bersama komunitas Siswa Menulis terbesar di Indonesia!

Menulis artikel, berkomentar, follow user hingga menerbitkan buku

Mendaftar Masuk     Lain Kali